Balai Besar Latihan Kerja Industri (BBLKI) Medan, Ditjen Binalattas Kemenakertrans secara berkelanjutan melakukan perubahan peningkatan kapsitas dan kapabilitas untuk melakukan peningkatan standar pelayanan kerja bagi angkatan kerja indonesia agar mampu mengisi permintaan pasar global dan menciptakan lapangan kerja secara profesional dan mandiri. Dalam hal ini BBLKI Medan mengembangkan program pelatihan berbasis kompetensi, pelatihan berbasis masyarakat, pelayanan konseling dan pemberdayaan lembaga pelatihan, pelatihan pemagangan, peningkatan kerjasama dengan pihak ketiga, program kios 3 in 1, pelayanan tempat uji kompetensi (TUK) dan promosi peningkatan fungsi BBLKI menuju Badan Layanan Umum (BLU).
Tugas Pokok
Melaksanakan program pelatihan tenaga kerja, uji coba program pelatihan, uji kompetensi sertifikasi, konsultasi dan kerjasama serta pemberdayaan lembaga pelatihan dibidang industri.
Fungsi
- Menyusun rencana, program dan anggaran dan pelaporan.
- Melaksanakan pelatihan tenaga kerja, uji coba program pelatihan dan uji kompetensi kerja.
- Melaksanakan evaluasi program pelatihan kerja, uji kompetensi, kerjasama kelembagaan dan melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga.
Visi dan Misi
Visi
Menyiapkan dan melatih Tenaga Kerja Indonesia agar memiliki kompetensi dan berdayasaing di pasar kerja global.
Misi
- Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas BBLKI Medan
- Mengembangkan SDM (Instruktur dan Tenaga Pelatihan( masyarakat bagi angkatan kerja dan masyarakat Indonesia.
- Memelihara, meningkatkan dan mengembangkan sarana dan prasarana pelatihan
- Membangun dan mengembangkan jejaring kerja dengan berbagai stakeholder.
Motto
”Cerdas Dalam Produktifitas”.
Wilayah Kerja
Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Tranmigrasi RI Nomor: 16/MEN/VII/2007 tanggal 9 Juli 2007, BBLKI Medan mempunyai wilayah kerja meliputi: Propinsi Sumatra Utara, Propinsi Sumatera Selatan, Propinsi Sumatera Barat, Propinsi Riau, Propisi Jambi, Propinsi Bangka Belitung, Propinsi Kepulauan Riau, Propinsi Bengkulu.
Kelompok Sasaran atau Penerima Manfaat
Program utama BBLKI Medan adalah pelayanan jasa pelatihan teknis bagi tenaga kerja agar mampu menjadi pelaku ekonomi yang terampil, kompeten, profesional dan berdaya saing di pasar global. Secara operasional, penerapan program berkoordinasi dan berinteraksi dengan stakeholder terkait, yaitu penerima manfaat dan kontributor atau provider dan user kegiatan antara lain:
- Pemerintah
- Dunia pendidikan
- Dunia usaha, perusahaan
- Lembaga pengguna
- Organisasi masyarakat
- Angkatan kerja
- Masyarakat luas
Organisasi dan Struktur
Susunan organisasi yang terdapat di BBLKI Medan dipimpin oleh Kepala Balai Besar (pejabat setingkat eselon II B). Memiliki 3 bidang kerja yang dikepalai oleh para pejabat setingkat eselon III B, mencakup Kabag Tata Usaha, Bidang Program dan Evaluasi dan Bidang Penyelenggaraan dan Kerjasama. Masing-masing bidang yang terdapat di BBLKI Medan didukung oleh para pejabat eselon IV sebanyak 6 Sub Bagian/Seksi Bidang, yaitu :
- Bagian Tata Usaha: Sub Bagian Umum dan Rumah tangga, Sub Bagian Kepegawaian dan Keuangan;
- Bidang Program dan Evaluasi terdiri atas Seksi Program dan Seksi Evaluasi Pelaporan.
- Bidang Penyelenggaraan dan kerjasama terdiri atas Seksi Penyelengaraan dan Seksi Kerjasama Antar Lembaga.
- Kelompok Instruktur
Struktur Organisasi
- Kepala Balai Besar Latihan Kerja Industri, Nurmia Sinaga, MA
- Bagian Tata Usaha, Drs. Usman Hasibuan, M.Si
- Bidang Program dan Evaluasi, Ir. Nana Mulyana
- Bidang Penyelenggaraan dan Kerjasama, Hasaya, S.Pd
- Sub Bagian Kepegawaian dan Keuangan, Anwar Wahid
- Sub Bagian Umum dan Rumah Tangga, Huminsa Tambunan, ST
- Seksi Program, Drs. Boyke Simanjuntak
- Seksi Kerjasama Antar Lembaga, Tohap Simangunsong, Spd
- Seksi Penyelenggara, Edi Hernanto, SPd
- Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional, Pardamean Pardede
- Ketua Sektor Otomotif, Effendi Siregar, ST
- Ketua Sektor Teknologi Mekanik, Meryandri, ST
- Ketua Sektor Tata Niaga, Aja Rukayah
- Ketua Sektor Listrik, Johni Sihombing, ST
- Ketua Sektor Konstruksi, Mangapul Siburian
- Ketua Sektor Agro Industri, Labora Pasaribu, SP
- Ketua Sektor Industri Kreatifitas, Sion Haro Rajagukguk
- Ketua Sektor Teknologi dan Informasi, Wawan Haryanto, ST
Sumber Daya Manusia
Dengan tugas dan fungsi yang berskala nasional, BBLKI Medan memiliki tenaga-tenaga profesional pengelolaan manajemen, Tenaga ahli pelatihan dan instruktur dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman dari dalam dan luar negei, serta memperoleh sertifikasi yang layak untuk melakukan pelatihan berbasis kompetensi dan pelatihan-pelatihan berbasis pengguna yang disebut customized program serta pelayann konseling pelatihan dan uji kompetensi berbagai kejurun, antar lain: Logam mesin, automotive, las dan listtrik. BBLKI Medan senantiasa berupaya melakukan pelayanan prima sesuai dengan trend pasar, kegiatan prioritas adalah pengembangan tenaga kerja terapill level ahli dan teknisi yang sudah dirintis selama ini dengan berbagai lembaga profesional dalam dan luar negeri seperti GTZ Jerman, Belanda, JICA, KOICA, ILO dan Bank Dunia.
Pengelola BBLKI Medan
Pengelola BBLKI Medan terdiri dari Pimpinan, Struktural dan koordinator kelompok instruktur dan tim tempat uji kompetensi (TUK).
Personil
Jumlah personil BBLKI Medan ada 110 orang. Dikelompokkan menurut jabatan dan tingkat pendidikannya. Pada jabatan fungsional atau instruktur telah memiliki keahlian dan sertifikasi uji kompetensi dan penataran bagi tenaga pelatihan dan instruktur di UPTD wilayah Sumatera.
Jabatan
- Struktural: 10 orang
- Non Struktural: 26 orang
- Fungsional: 74 orang
Tingkat Pendidikan
- Pasca Sarjana (S2) : 3 orang
- Sarjana (S1) : 67 orang
- D2/D3: 6 orang
- SLTA: 26 orang
- SLTP: 4 orang
- SD: 5 orang
Sarana dan Prasarana
Pelayanan teknis BLKI Medan memiliki sarana dan prasarana secara komprehensif diatas lhan seluas 7,9 Ha, dengan fasilitas workshop untuk delapan kejuruan, ruang teori, perkantoran, mesin-mesin dan laboratorium serta Tempat Uji Kompetensi (TUK) dan lain sebagainya.
|